Saturday, 19 February 2011

Pernapasan Hewan

Dasar Teori

Laju metabolisme adalah jumlah total energi yang diproduksi dan dipakai oleh tubuh per satuan waktu (Seeley, 2002). Laju metabolisme berkaitan erat dengan respirasi karena respirasi merupakan proses ekstrasi energi dari molekul makanan yang bergantung pada adanya oksigen (Tobin, 2005). Secara sederhana, reaksi kimia yang terjadi dalam respirasi dapat dituliskan sebagai berikut:

C6H12O6 + 6O2 à 6CO2 + 6H2O + ATP

(Tobin, 2005)

Laju metabolisme biasanya diperkirakan dengan mengukur banyaknya oksigen yang dikonsumsi makhluk hidup per satuan waktu. Hal ini memungkinkan karena oksidasi dari bahan makanan memerlukan oksigen (dalam jumlah yang diketahui) untuk menghasilkan energi yang dapat diketahui jumlahnya. Akan tetapi, laju metabolisme biasanya di ekspresikan dalam bentuk laju konsumsi oksigen.

Beberapa faktor yang mempengaruhi konsumsi oksigen antara lain temperatur, spesies hewan, ukuran badan, dan aktivitas (Tobin, 2005)

Tujuan

1. Membuktikan bahwa pernapasan hewan membutuhkan oksigen

2. Mengukur laju konsumsi oksigen pada jangkrik, kecoa dan belalang

3. Melihat faktor-faktor yang memepengaruhi jumlah kebutuhan oksigen pada hewan pada saat pernapasan.

Alat dan Bahan

1. Respirometer

14022011891.jpg

2. Timbangan

3. Berbagai jenis serangga

a. 14022011875.jpgJangkrik

b. Kecoa

c. Belalang

DSC00719.jpg

4. Kristal KOH

14022011892.jpg

5. Eosin

14022011873.jpg

6. Plastisin/malam

14022011863.jpg

7. Kapas

8. 14022011872.jpgSuntikan

9. Stopwatch

Cara Kerja

1. DSC00720.jpgBungkus kristal KOH dengan kapas, masukkan dalam tabung respirometer

14022011864.jpg

2. Masukkan belalang yang telah ditimbang beratnya dalam botol respirometer, kemudian tutp dengan pipa berskala

3.



14022011867.jpg

Oleskan plastisin pada celah penutup tabung

4. 14022011870.jpg



14022011865.jpg

Tutup ujung pipa berskala dengan jari ± 1 menit, kemudian lepaskan

14022011887.jpg

5. masukkan setetes eosin dengan menggunakan suntikan

6.






14022011871.jpg
14022011874.jpg

Amati pergerakan eosin

7. Catat waktu, dalam 1 menit berapa cm gerakan eosin tersebut. Lakukan pengukuran setiap menit hingga seluruhnya mencapai 5 menit

14022011884.jpg

8. Masukkan jangkrik yang telah ditimbang beratnya dalam botol respirometer, kemudian tutp dengan pipa berskala

9. Oleskan plastisin pada celah penutup tabung



14022011867.jpg

14022011870.jpg



14022011865.jpg

10. Tutup ujung pipa berskala dengan jari ± 1 menit, kemudian lepaskan dan masukkan setetes eosin dengan menggunakan suntikan

11.










14022011880.jpg
14022011881.jpg
14022011882.jpg
14022011883.jpg



Amati pergerakan eosin

12. Catat waktu, dalam 1 menit berapa cm gerakan eosin tersebut. Lakukan pengukuran setiap menit hingga seluruhnya mencapai 5 menit

14022011884.jpg

13. Masukkan kecoa yang telah ditimbang beratnya dalam botol respirometer, kemudian tutp dengan pipa berskala

14.



14022011867.jpg



14022011865.jpg

Oleskan plastisin pada celah penutup tabung

15. 14022011870.jpgTutup ujung pipa berskala dengan jari ± 1 menit, kemudian lepaskan dan masukkan setetes eosin dengan menggunakan suntikan

16.



14022011882.jpg



14022011881.jpg

Amati pergerakan eosin



14022011880.jpg

17. Catat waktu, dalam 1 menit berapa cm gerakan eosin tersebut. Lakukan pengukuran setiap menit hingga seluruhnya mencapai 5 menit

18. Bandingkan, hewan mana yang memiliki laju respirasi tercepat.

Data Hasil Pengamatan

Tabel Laju pernapasan Serangga

No

Jenis Serangga

Berat Tubuh (gram)

Jarak Kedudukan Eosin

1 menit

2 menit

3 menit

4 menit

5 menit

1

Belalang

0,2

1,1

1,5

2,2

2,6

2,9

2

Jangkrik

1,1

1,6

2,7

3,6

4,4

5,1

3

Kecoa

1

1,1

2,1

2,8

3,4

4

Analisis Data Hasil Pengamatan

1. Peristiwa apakah yang membuktikan bahawa serangga bernapas dengan mengambil oksigen dari lingkungan? Zat apa yang berperan dalam pembuktian peristiwa tersebut? Bandingkan hewan mana yang memiliki laju pernapasan tercepat?

Carilah informasi dari berbagai sumber dan literatur untuk menjawab pertanyaan nomor 2 sapai 5. Diskusikanla hasil analisismu dengan kelompok

2. Jika percobaan tersebut dilakukan dalam ruangan dan di bawah terik matahari menurutmu, apakah akan ada perbedaan hasil? Adakah pengaruh suhu terhadap laju pernapasan?

3. Adakah perbedaan laju pernapasan antara hewan jantan dan hewan betina?

4. Adakah perbedaan laju pernapasan antara hewan dewasa dan belum dewasa?

5. Faktor-faktor apakah yang mempengaruhi laju pernapasan? Jelaskan!

Jawab

1. Peristiwa yang membuktikan bahwa serangga bernapas dengan mengambil oksigen dari lingkungan yaitu majunya pergerakan eosin. Setiap menitnya eosin bergerak kea rah tabung respirometer. Zat yang berperan dalam pembuktian peristiwa tersebut yaitu Kristal KOH, Kristal KOH berfungsi sebagai pengikat CO2, sehingga pergerakan dari eosin benar-benar hanya disebabkan oleh konsumsi oksigen

2. Jika percobaan tersebut dilakukan dalam ruangan dan di bawah terik matahari, tentu saja ada perubahan karena dipengaruhi oleh suhu. Semakin tinggi suhu maka laju pernapasan pun semakin cepat. Sebagai respon terhadap panas, pembuluh darah perifer akan berdilatasi, sehingga darah akan mengalir ke kulit. Meningkatnya jumlah panas yang hilang dari permukaan tubuh akan mengakibatkan curah jantung meningkat sehingga kebutuhan oksigen juga akan meningkat. Pada lingkungan yang dingin sebaliknya terjadi kontriksi pembuluh darah perifer, akibatnya meningkatkan tekanan darah yang akan menurunkan kegiatan-kegiatan jantung sehingga mengurangi kebutuhan akan oksigen.

3. Adaperbedaan laju pernapasan antara hewan betina dan hewan jantan. Hal ini disebabkan jenis kelamin mempengaruhi laju pernapasan. Umumnya, hewan jantan lebih banyak membutuhkan energy, oleh sebab itu hewan jantan lebih banyak membutuhkan oksigen dari pada hewan betina.

4. Ada perbedaan laju pernapasan antara hewan dewasa dan belum dewasa. Hal ini dikarenakan semakin dewasa atau semakin tua, frekuensi pernapasan menjadi semakin lambat. Energi yang dibutuhkan lebih sedikit dibandingkan pada saat hewan tersebut belum dewasa, sehingga oksigen yang diperlukan relative lebih sedikit

5. Faktor factor yang memepengaruhi laju pernapasan yaitu; usia, jenis kelamin, suhu tubuh, posisi tubuh, suhu lingkungan, gaya hidup, status kesehatan, narkotika, ketinggian, dan polusi udara

Kesimpulan

Laju metabolisme adalah jumlah total energi yang diproduksi dan dipakai oleh tubuh per satuan waktu. Laju metabolisme berkaitan erat dengan respirasi karena respirasi merupakan proses ekstrasi energi dari molekul makanan yang bergantung pada adanya oksigen. Laju metabolisme biasanya diperkirakan dengan mengukur banyaknya oksigen yang dikonsumsi makhluk hidup per satuan waktu. Hal ini memungkinkan karena oksidasi dari bahan makanan memerlukan oksigen (dalam jumlah yang diketahui) untuk menghasilkan energi yang dapat diketahui jumlahnya. Akan tetapi, laju metabolisme biasanya di ekspresikan dalam bentuk laju konsumsi oksigen.

Berdasarkan percobaan diatas, dapat membuktikan bahwa setiap makhluk hidup memerlukan oksigen untuk bernapas. Faktor yang mempengaruhi laju pernapasan yaitu; usia, jenis kelamin, suhu tubuh, posisi tubuh, suhu lingkungan, gaya hidup, status kesehatan, narkotika, ketinggian, dan polusi udara


Dasar Teori

Text Box: Praktikum 2		Pernafasan Hewan 2Reaksi kimia yang terjadi di dalam sel hewan sangat tergantung pada adanya oksigen (O2), serhingga diperlukan adanya suplai O2 secara terus menerus. Hal ini berarti bahwa O2 merupakan substansi yang penting dan sangat dibutuhkan bagi semua hewan. Salah satu substansi yang dihasilkan atau diproduksi oleh reaksi kimia yang terjadi di dalam sel hewan adalah gas asam arang (CO2). Adanya CO2 yang terlalu banyak di dalam tubuh harus dihindari, oleh karena itu CO2 harus segera dikeluarkan dari tubuh secara terus menerus. Konsumsi (O2) dan produksi CO2, merupakan kegiatan yang hampir tidak dapat dipisahkan satu sama lain, dan keduanya merupakan respirasi hewan (Wulangi, 1993)

Tujuan

1. Kegiatan I : Untuk membuktikan bahwa dalam proses respirasi dihasilkan CO2

2. Kegiatan II : Untuk membuktikan bahwa dalam proses respirasi dihasilkan H2O

Alat dan Bahan

1. Alat

a. Gelas kimia 2 buah

b. Sedotan plastik

c. Cermin

2. Bahan

14022011893.jpg

a. Aquades

b. Air Kapur Jernih

Cara Kerja

Kegiatan I :

1. Menyediakan alat dan bahan

2. Mengisi gelas kimia I dengan air kapur,








3.



14022011893.jpg




gelas kimia II dengan aquades sekitar 3 cm dari dasar gelas

4. Degan menggunakan sedotan, tiup air kapur dan aquades selama 60 detik dan mengamati perubahan yang terjadi

Kegiatan II :

1. Meniup cermin dan amati perubahan yang terjadi pada permukaan cermin (ada tidaknya uap air)

Data Hasil Pengamatan

Tabel Kegiatan I

Bahan

Perubahan yang Terjadi

Awal

Akhir

Air Kapur Jernih

jernih

Keruh

Aquades

jernih

jernih

Tabel Kegiatan II (Pernapasan menghasilkan H2O)

Benda

Perubahan yang Terjadi

Cermin

· Bayangan di cermin menjadi kabur

· Terdapat embun / uap air

Analisis Data Hasil Pengamatan

1. Dari percobaan kegiatan I yang dilakuakan, bandingkan tingkat kejernihan dari kedua gelas kimia tersebut! Manakah yang lebih jernih? Mengapa demikian?

2. Apakah fungsi air kapur pada percobaan tersebut?

3. Dari percobaan kegiatan II yang dilakukan, apakah yang terjadi pada permukaan cermin setelah dihembuskan napas? Mengapa demikian?

Kesimpulan

1. Dari percobaan kegiatan I , yang lebih jernih adalah aquades. Karena dalam aquades tidak ada endapan, lain halnya dengan air kapur.

2. Kapur Ca(OH)2 merupakan basa dengan kekuatan sedang, yang terbentuk dari H2O.
Jika ditiupkan hasil udara pernapasan (CO2) maka akan terjadi reaksi:
Ca(OH)2 + CO2 → CaCO3 + H2O
. Fungsi air kapur pada percobaan tersebut adalah membuktikan bahwa gas yang kita hembuskan adalah CO2. Air kapur akan bereaksi dengan CO2 membentuk butiran kapur. Jika kitamembiarkan air kapur itu dalam beberapa saat, kita akan mendapatkan sedikit endapan kapur dari butiran kapur yang mengendap karena pengaruh gravitasi.

3. Pada kegiatan II yang terjadi pada permukaan cermin adalah bayangan cermin menjadi kabur, dan adanya uap air (H2O).

Hal ini terjadi karena napas yang kita keluarkan berupa uap air (H2O)

No comments:

Post a Comment

Mari mari berkomen :)